Tujuan Hidup Manusia
Ada sebuah ungkapan yang pernah saya baca; “Orang bodoh hidup untuk
makan, namun orang bijak makan untuk hidup.” Lantas apakah tujuan hidup
orang bijak? Apakah hanya untuk bertahan hidup? Padahal kehidupan
bukanlah akhir dan tidak dapat mengakhiri dirinya sendiri, lantas apa
tujuan hidup ini?
Para ahli fikir merumuskan masalah ini dengan 3 pertanyaan dasar;
Darimana, kemana, dan mengapa? Artinya, saya darimana, akan kemana,
lantas mengapa saya ada disini?
Bagi mereka yang tidak mempercayai adanya Tuhan, yakni orang Ateis,
hanya yakin terhadap materi yang terindera. Menurut mereka sesuatu itu
ada jika terdeteksi oleh indera, jika tidak maka ia adalah fiksi. Alam
semesta beserta isinya bagi mereka – terjadi begitu saja – kebetulan
yang yang indah. Dan manusia tidak ubahnya bagai binatang dan tumbuhan,
hidup dalam jangkau waktu tertentu kemudian mati.
Sehingga dalam pandangan mereka, dunia inilah awal dan akhir dan ini
semua terjadi begitu saja tanpa ada keterlibatan Tuhan, karena mereka
meyakini alam mempunyai mekanisme sendiri untuk mengatur dirinya
sendiri.
Namun jika kita bicara jujur, sebenarnya tiap manusia mempunyai
naluri keagamaan. Maka saya setuju dengan ungkapan sejarawan terkemuka
Yunani 2000 tahun silam, Plutarch mengatakan, “Adalah mungkin bagi anda
menjumpai kota-kota yang tidak memiliki istana, raja, kekayaan, etika,
dan tempat-tempat pertunjukan. Namun tidak seorangpun yang dapat
menemukan sebuah kota yang tidak memiki sesembahan atau kota yang tidak
mengajarkan penyembahan kepada para penduduknya”. Ungkapan kuno ini
benar. Ia menyatakan bahwa naluri keagamaan sesungguhnya adalah sesuatu
yang bersumber dari fitrah manusia.
Kajian atas sejarah manusia menegaskan bahwa kepercayaan telah
bersemayam dalam diri manusia sejak kurun peradaban kuno hingga saat
ini. Berdasarkan penciptaan dan strukturnya, manusia adalah mahluk yang,
tidak bisa tidak, musti memiliki keyakinan. Berdasarkan struktur inilah
manusia diciptakan Allah. Namun begitu, manusia diberi hak memilih –
patuh atau bermaksiat kepada-Nya.
Menurut Alquran, segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi,
termasuk manusia, hidup didalam naungan hidayah yang terbentuk secara
fitri, yang mengantarkannya kepada Allah. Dari titik tolak inilah Islam
berusaha menggiring pemahaman umat manusia untuk tidak menjadikan dunia
ini, sebagai persinggahan terakhir, namun sebagai starting point untuk
menuju kehidupan selanjutnya yang abadi dan hakiki, akhirat!
Oleh karenanya Alquran memberi perhatian khusus dan serius pada
masalah kehidupan akhirat melebihi masalah-masalah lainnya. Misalnya
saja, ayat-ayat hukum menerangkan berbagai masalah cabang (fủru’) hanya
berjumlah 500 buah. Sementara, ayat-ayat yang berbicara tentang hari
kebangkitan bejumlah lebih dari 1000 buah. Dari sini dapat dilihat
Alquran memberikan perhatian serius pada masalah pemikiran dan
keyakinan.
Jika hal ini mempunyai peranan sangat penting sepert ini, lantas apa
arti semua ini? Kemerdekaan! Allah SWT menghendaki manusia untuk
mengEsakan-Nya, dan menjadi manusia yang benar-benar merdeka bersama-Nya
agar tidak menjadi hamba bagi segala sesuatu.
Dari penghambaan kepada Allah sajalah, akan lahir kemerdekaan
manusia. Sebaliknya, dari kesombongan terhadap Allah, manusia akan
diperbudak oleh segala sesuatu selain Allah. Dengan kata lain, pengEsaan
dan penghambaan kepada Allah, memberikan kemulian dan kemerdekaan
kepada manusia. Tanpanya, manusia menjadi budak bagi segala sesuatu yang
diciptakanNya. Dan inilah tujuan hidup orang bijak yakni, merdeka
bersama Allah, Tuhan yang menciptakannya
mp3
Selasa, 30 Juni 2015
IBADAH HAJI DAN UMRAH
Umrah mirip dengan ibadah haji, kecuali dalam umrah tidak ada wukuf
di Arafah, tidak mabit di Muzdalifah dan tidak ada ada bermalam di Mina
untuk melontar jamarat.
Setidak-tidaknya ada lima perbedaan utama antara ibadah haji dan ibadah umrah. Dan untuk lebih detail tentang perbedaan haji dan umrah, bisa kita rinci menjadi :
1. Haji Terikat Waktu Tertentu
Ibadah haji tidak bisa dikerjakan di sembarang waktu. Dalam setahun, ibadah haji hanya dikerjakan sekali saja, dan yang menjadi intinya, ibadah haji itu harus dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu saat wuquf di Arafah, karena ibadah haji pada hakikatnya adalah wuquf di Arafah.
Maka seseorang tidak mungkin mengerjakan ibadah haji ini berkali-kali dalam setahun. Ibadah haji hanya bisa dilakukan sekali saja. Dan rangkaian ibadah haji itu sudah dimulai sejak bulan Syawwal, Dzulqa'dah dan Dzulhijjah.
Sebaliknya, ibadah umrah bisa dikerjakan kapan saja tanpa ada ketentuan waktu. Bisa dikerjakan 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dan 365 hari dalam setahun.
Bahkan dalam sehari bisa saja ibadah umrah dilakukan berkali-kali, mengingat rangkaian ibadah umrah itu sangat sederhana, yaitu niat dan berihram dari miqat, tawaf di sekeliling Ka’bah, lalu diteruskan dengan mengerjakan ibadah sa'i tujuh kali antara Shafwa dan Marwah dan terkahir ber-tahallul. Secara teknis bila bukan sedang ramai, bisa diselesaikan hanya dalam 1-2 jam saja.
2. Haji Harus ke Arafah Muzdalifah Mina
Ibadah haji bukan hanya dikerjakan di Ka’bah saja, tetapi juga melibatkan tempat-tempat manasik lainnya, di luar kota Mekkah. Dalam ibadah haji, selain kita wajib bertawaf di Ka’bah dan Sa'i di Safa dan Marwah yang posisinya terletak masih di dalam masjid Al-Haram, kita juga wajib mendatangi tempat lain di luar kota Mekkah, yaitu Arafah, Muzdalifah dan Mina.
Secara fisik, ketiga tempat itu bukan di Kota Mekkah, melainkan berada di luar kota, berjarak antara 5 sampai 25 Km. Pada hari-hari di luar musim haji, ketiga tempat itu bukan tempat yang layak untuk dihuni atau ditempati manusia, sebab bentuknya hanya padang pasir bebatuan. Padahal di ketiga tempat itu kita harus menginap (mabit), berarti kita makan, minum, tidur, buang hajat, mandi, shalat, berdoa, berdzikir dan semua aktifitas yang perlu kita kerjakan, semuanya kita lakukan di tengah-tengah padang pasir.
Untuk itu kita harus terbiasa berada di dalam tenda-tenda dengan keadaan yang cukup sederhana. Mengambil miqat sudah terjadi pada saat awal pertama kali kita memasuki kota Mekkah. Misalnya kita berangkat dari Madinah, maka miqat kita di Bi'ru Ali. Begitu lewat dari Bi'ru Ali, maka kita sudah menngambil miqat secara otomatis. Lalu kita bergerak menuju Ka’bah yang terdapat di tengah-tengah masjid Al-Haram, di pusat Kota Mekkah, untuk memutarinya sebanyak 7 kali putaran.
Sedangkan ibadah umrah hanya melibatkan Ka’bah dan tempat sa’i, yang secara teknis semua terletak di dalam Masjid Al-Haram.
Jadi umrah hanya terbatas pada Masjid Al-Haram di kota Mekkah saja. Karena inti ibadah umrah hanya mengambil berihram dari miqat, tawaf dan sa'i. Semuanya hanya terbatas di dalam masjid Al-Haram saja.
3. Haji Hukumnya Wajib
Satu hal yang membedakan antara umrah dan haji adalah hukumnya. Umat Islam telah sampai kepada ijma' bahwa ritual ibadah haji hukumnya wajib, fardhu 'ain bagi setiap muslim yang mukallaf dan mampu. Bahkan ibadah haji merupakan salah satu dari rukun Islam. Dimana orang yang mengingkari kewajiban atas salah satu rukun Islam, dan haji termasuk di antaranya, bisa dianggap telah keluar dari agama Islam.
Tidak seorang pun ulama yang mengatakan ibadah haji hukumnya sunnah, semua sepakat mengatakan hukumnya wajib atau fardhu 'ain.
Berbeda dengan ibadah umrah. Para ulama tidak sepakat atas hukumnya. Sebagian bilang hukumnya sunnah, dan sebagian lainnya mengatakan hukum wajib.
Ibadah umrah menurut Mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah hukumnya sunnah bukan wajib. Sedangkan pendapat Mazhab Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa umrah hukumnya wajib minimal sekali seumur hidup.
Namun sesungguhnya secara teknis, semua orang yang menunaikan ibadah haji, secara otomatis sudah pasti melakukan ibadah umrah. Karena pada dasarnya ibadah haji adalah ibadah umrah plus dengan tambahan ritual lainnya.
4. Haji Memakan Waktu Lebih Lama
Perbedaan yang lain antara ibadah haji dan umrah adalah dari segi durasi atau lamanya kedua ibadah itu.
Secara teknis praktek di lapangan, rangkaian ritual ibadah haji lebih banyak memakan waktu dibandingkan dengan ibadah umrah. Orang melakukan ibadah haji paling cepat dilakukan minimal empat hari, yaitu tanggal 9-10-11-12 Dzulhijjah. Itu pun bila dia mengambil nafar awal. Sedangkan bila dia mengambil nafar tsani, berarti ditambah lagi menjadi 5 hari.
Sementara durasi ibadah umrah hanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 jam saja. Karena secara praktek, kita hanya butuh 3 pekerjaan ringan, yaitu berihram dari miqat, bertawaf tujuh kali putaran di sekeliling Ka’bah, lalu berjalan kaki antara Shafa dan Marwah tujuh kali putaran, dan bercukur lalu selesai.
Sehingga lepas dari masalah hukumnya boleh atau tidak boleh sesuai perbedaan pendapat ulama, seseorang bisa saja menyelesaikan satu rangkaian ibadah umrah dalam sehari sampai dua atau tiga kali, bahkan bisa sampai berkali-kali.
5. Haji Butuh Kekuatan Fisik Lebih
Ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik yang lebih besar dan kondisi kesehatan tubuh yang prima. Hal itu karena ritual ibadah haji memang jauh lebih banyak dan lebih rumit, sementara medannya pun juga tidak bisa dibilang ringan, sehingga ritualnya pun juga sedikit lebih sulit untuk dikerjakan.
Di ketiga tempat yaitu Arafah, Muzdalifah dan Mina, memang prinsipnya kita tidak melakukan apa-apa sepanjang hari. Kita hanya diminta menetap saja, boleh makan, minum, istirahat, buang hajat, tidur, ngobrol atau apa saja, asal tidak melanggar larangan ihram. Kecuali di Mina, selama tiga hari kita diwajibkan melakukan ritual melontar tiga jamarat, yaitu Jumratul Ula, Jumrah Wustha dan Jumrah Aqabah.
Teorinya sederhana, tetapi karena momentumnya berbarengan dengan jutaan manusia dalam waktu yang amat semput, ternyata urusan wuquf di Arafah, bermalam di Muzdalifah sampai urusan melontar ini menjadi tidak mudah, karena berdesakan dengan tiga jutaan manusia dari berbagai bangsa. Seringkali terjadi dorong-dorongan hingga menimbulkan korban nyawa yang tidak sedikit.
Dan karena terjadi pergerakan massa dalam jumlah jutaan, antara Mina, Arafah, Muzdalifah dan juga kota Mekkah, maka seringkali jatuh korban, baik luka, sakit atau pun meninggal dunia. Dan mengatur tiga juga manusia yang berlainan bahasa, adat, tradisi dan karakter bukan perkara yang mudah.
Semua itu tidak terjadi dalam ibadah umrah, karena tidak ada tumpukan massa berjuta dan tidak sampai terjadi pergerakan massa dari satu tempat ke tempat lain. Sebab Ka’bah dan Shafa Marwah berada di satu titik, yaitu di dalam masjid Al-Haram. Lagi pula umrah boleh dikerjakan kapan saja, tidak ada durasi waktu yang membatasi.
Maka ibadah umrah lebih sedikit dan singkat, karena hanya mengitari Ka’bah tujuh kali dan berjalan bolak-balik dari Safa dan Marwah tujuh kali.
Setidak-tidaknya ada lima perbedaan utama antara ibadah haji dan ibadah umrah. Dan untuk lebih detail tentang perbedaan haji dan umrah, bisa kita rinci menjadi :
1. Haji Terikat Waktu Tertentu
Ibadah haji tidak bisa dikerjakan di sembarang waktu. Dalam setahun, ibadah haji hanya dikerjakan sekali saja, dan yang menjadi intinya, ibadah haji itu harus dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu saat wuquf di Arafah, karena ibadah haji pada hakikatnya adalah wuquf di Arafah.
Maka seseorang tidak mungkin mengerjakan ibadah haji ini berkali-kali dalam setahun. Ibadah haji hanya bisa dilakukan sekali saja. Dan rangkaian ibadah haji itu sudah dimulai sejak bulan Syawwal, Dzulqa'dah dan Dzulhijjah.
Sebaliknya, ibadah umrah bisa dikerjakan kapan saja tanpa ada ketentuan waktu. Bisa dikerjakan 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dan 365 hari dalam setahun.
Bahkan dalam sehari bisa saja ibadah umrah dilakukan berkali-kali, mengingat rangkaian ibadah umrah itu sangat sederhana, yaitu niat dan berihram dari miqat, tawaf di sekeliling Ka’bah, lalu diteruskan dengan mengerjakan ibadah sa'i tujuh kali antara Shafwa dan Marwah dan terkahir ber-tahallul. Secara teknis bila bukan sedang ramai, bisa diselesaikan hanya dalam 1-2 jam saja.
2. Haji Harus ke Arafah Muzdalifah Mina
Ibadah haji bukan hanya dikerjakan di Ka’bah saja, tetapi juga melibatkan tempat-tempat manasik lainnya, di luar kota Mekkah. Dalam ibadah haji, selain kita wajib bertawaf di Ka’bah dan Sa'i di Safa dan Marwah yang posisinya terletak masih di dalam masjid Al-Haram, kita juga wajib mendatangi tempat lain di luar kota Mekkah, yaitu Arafah, Muzdalifah dan Mina.
Secara fisik, ketiga tempat itu bukan di Kota Mekkah, melainkan berada di luar kota, berjarak antara 5 sampai 25 Km. Pada hari-hari di luar musim haji, ketiga tempat itu bukan tempat yang layak untuk dihuni atau ditempati manusia, sebab bentuknya hanya padang pasir bebatuan. Padahal di ketiga tempat itu kita harus menginap (mabit), berarti kita makan, minum, tidur, buang hajat, mandi, shalat, berdoa, berdzikir dan semua aktifitas yang perlu kita kerjakan, semuanya kita lakukan di tengah-tengah padang pasir.
Untuk itu kita harus terbiasa berada di dalam tenda-tenda dengan keadaan yang cukup sederhana. Mengambil miqat sudah terjadi pada saat awal pertama kali kita memasuki kota Mekkah. Misalnya kita berangkat dari Madinah, maka miqat kita di Bi'ru Ali. Begitu lewat dari Bi'ru Ali, maka kita sudah menngambil miqat secara otomatis. Lalu kita bergerak menuju Ka’bah yang terdapat di tengah-tengah masjid Al-Haram, di pusat Kota Mekkah, untuk memutarinya sebanyak 7 kali putaran.
Sedangkan ibadah umrah hanya melibatkan Ka’bah dan tempat sa’i, yang secara teknis semua terletak di dalam Masjid Al-Haram.
Jadi umrah hanya terbatas pada Masjid Al-Haram di kota Mekkah saja. Karena inti ibadah umrah hanya mengambil berihram dari miqat, tawaf dan sa'i. Semuanya hanya terbatas di dalam masjid Al-Haram saja.
3. Haji Hukumnya Wajib
Satu hal yang membedakan antara umrah dan haji adalah hukumnya. Umat Islam telah sampai kepada ijma' bahwa ritual ibadah haji hukumnya wajib, fardhu 'ain bagi setiap muslim yang mukallaf dan mampu. Bahkan ibadah haji merupakan salah satu dari rukun Islam. Dimana orang yang mengingkari kewajiban atas salah satu rukun Islam, dan haji termasuk di antaranya, bisa dianggap telah keluar dari agama Islam.
Tidak seorang pun ulama yang mengatakan ibadah haji hukumnya sunnah, semua sepakat mengatakan hukumnya wajib atau fardhu 'ain.
Berbeda dengan ibadah umrah. Para ulama tidak sepakat atas hukumnya. Sebagian bilang hukumnya sunnah, dan sebagian lainnya mengatakan hukum wajib.
Ibadah umrah menurut Mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah hukumnya sunnah bukan wajib. Sedangkan pendapat Mazhab Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa umrah hukumnya wajib minimal sekali seumur hidup.
Namun sesungguhnya secara teknis, semua orang yang menunaikan ibadah haji, secara otomatis sudah pasti melakukan ibadah umrah. Karena pada dasarnya ibadah haji adalah ibadah umrah plus dengan tambahan ritual lainnya.
4. Haji Memakan Waktu Lebih Lama
Perbedaan yang lain antara ibadah haji dan umrah adalah dari segi durasi atau lamanya kedua ibadah itu.
Secara teknis praktek di lapangan, rangkaian ritual ibadah haji lebih banyak memakan waktu dibandingkan dengan ibadah umrah. Orang melakukan ibadah haji paling cepat dilakukan minimal empat hari, yaitu tanggal 9-10-11-12 Dzulhijjah. Itu pun bila dia mengambil nafar awal. Sedangkan bila dia mengambil nafar tsani, berarti ditambah lagi menjadi 5 hari.
Sementara durasi ibadah umrah hanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 jam saja. Karena secara praktek, kita hanya butuh 3 pekerjaan ringan, yaitu berihram dari miqat, bertawaf tujuh kali putaran di sekeliling Ka’bah, lalu berjalan kaki antara Shafa dan Marwah tujuh kali putaran, dan bercukur lalu selesai.
Sehingga lepas dari masalah hukumnya boleh atau tidak boleh sesuai perbedaan pendapat ulama, seseorang bisa saja menyelesaikan satu rangkaian ibadah umrah dalam sehari sampai dua atau tiga kali, bahkan bisa sampai berkali-kali.
5. Haji Butuh Kekuatan Fisik Lebih
Ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik yang lebih besar dan kondisi kesehatan tubuh yang prima. Hal itu karena ritual ibadah haji memang jauh lebih banyak dan lebih rumit, sementara medannya pun juga tidak bisa dibilang ringan, sehingga ritualnya pun juga sedikit lebih sulit untuk dikerjakan.
Di ketiga tempat yaitu Arafah, Muzdalifah dan Mina, memang prinsipnya kita tidak melakukan apa-apa sepanjang hari. Kita hanya diminta menetap saja, boleh makan, minum, istirahat, buang hajat, tidur, ngobrol atau apa saja, asal tidak melanggar larangan ihram. Kecuali di Mina, selama tiga hari kita diwajibkan melakukan ritual melontar tiga jamarat, yaitu Jumratul Ula, Jumrah Wustha dan Jumrah Aqabah.
Teorinya sederhana, tetapi karena momentumnya berbarengan dengan jutaan manusia dalam waktu yang amat semput, ternyata urusan wuquf di Arafah, bermalam di Muzdalifah sampai urusan melontar ini menjadi tidak mudah, karena berdesakan dengan tiga jutaan manusia dari berbagai bangsa. Seringkali terjadi dorong-dorongan hingga menimbulkan korban nyawa yang tidak sedikit.
Dan karena terjadi pergerakan massa dalam jumlah jutaan, antara Mina, Arafah, Muzdalifah dan juga kota Mekkah, maka seringkali jatuh korban, baik luka, sakit atau pun meninggal dunia. Dan mengatur tiga juga manusia yang berlainan bahasa, adat, tradisi dan karakter bukan perkara yang mudah.
Semua itu tidak terjadi dalam ibadah umrah, karena tidak ada tumpukan massa berjuta dan tidak sampai terjadi pergerakan massa dari satu tempat ke tempat lain. Sebab Ka’bah dan Shafa Marwah berada di satu titik, yaitu di dalam masjid Al-Haram. Lagi pula umrah boleh dikerjakan kapan saja, tidak ada durasi waktu yang membatasi.
Maka ibadah umrah lebih sedikit dan singkat, karena hanya mengitari Ka’bah tujuh kali dan berjalan bolak-balik dari Safa dan Marwah tujuh kali.
PENJELASAN TENTANG TAKDIR SESEORANG
Apa itu Takdir ?
kepercayaanTaqdir Allah adalah ketentuan yang telah Allah tetapkan. Bahkan jauh sebelum semua makhluq diciptakan, Allah telah menuliskan semua taqdir makhluqnya dari permulaan masa hingga hari akhir.
Namun harus kita pahami bahwa taqdir itu tidak ada yang tahu kecuali hanya Allah. Jadi kita tidak bisa mengatakan –misalnya- bahwa saya ini tidak bisa jadi kaya karena taqdir Allah. Sebab dari mana kita tahu bahwa di masa yang akan datang itu kita tetap miskin? Jadi bagi manusia dan semua makhluq yagn namanya taqdir Allah itu adalah hal ghaib dan misteri. Karena itu haram hukumnya seseorang berpangku tangan tidak berusaha dengan alasan sudah taqdir. Padahal Allah sendiri sebagai Penulis Taqdir telah memerintahkan kita untuk berusaha dan bekerja serta berikhtiar. Karena itu menyalahkan taqdir adalah dosa karena melawan perintah Allah.
Jauh hari sebelum kita, orang-orangdahulu pun pernah berselisih paham tentang takdir ini menjadi dua kubu yang ekstrem. Yang pertama yang menyerahkan semua pada taqdir, tidak mau bekerja dan berusaha. Yang kedua yang tidak percaya pada taqdir dan berpendirian bahwa manusia 100% menentukan apa yang akan terjadi. Bagi Ahlussunnah wal jamaah, posisi yang benar adalah diantara keduanya, yaitu tidak menafikan taqdir tetapi tetap berusaha.
Orang yang bunuh diri tidak keluar dari taqdir Allah, karena kita baru tahu apakah suatu kejadian itu merupakan taqdir dari Allah atau bukan setelah kejadian itu berlangsung. Jadi bagaimana kita tahu bahwa orang bunuh diri itu takdirnya bukan seperti itu ? Apakah kita bisa tahu taqdir dari Allah sebelumnya sehingga bisa mengatakan bahwa taqdirnya tidak mati bunuh diri, tapi mati di tempat lain.
Sehingga `jatah` manusia bukanlah untuk mempertanyakana apakah suatu kejadian itu sudah sesuai dengan taqdir Allah atau tidak. Tetapi jatah kita hanyalah berusaha untuk mendapatkan kebaikan, kesehatan, keselamanat, keamanan dan semua yang baik-baik. Usaha itu sendiri merupakan perintah Allah.
Dari Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah SAW bersbda,”Tidak ada seorang pun dari kamu melainkan telah dicatat / ditentukan tempat kembalinya, ke surga atau ke neraka”. Para shahabat bertanya,”Kalau begitu sebaiknya kita meninggalkan ibadah dan amal lalu bertawakal saja ?”. Rasulullah SAW bersabda,”Beramallah, karena semua orang dimudahkan oleh Allah sesuai dengan penciptaannya”. (HR. Bukhari, Muslim)
Konsep taqdir.
Taqdir itu memiliki empat tingkatan yang semuanya wajib diimani.
a. Al-`Ilmu, bahwa seseorang harus meyakini bahwa Allah mengetahui segala sesuatu baik secara global maupun teperinci. Dia mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi. Karena segala sesuatu diketahui oleh Allah, baik yang detail maupun jelas atas setiap gerak-gerik makhluknya.
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya , dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata "(QS. Al-an`am 59)
b. Al-Kitabah
Bahwa Allah mencatat semua itu dalam lauhil mahfuz, sebagaimana firman-Nya :
Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab . Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.(QS. Al-Hajj : 70)
c. Al-Masyiah (kehendak)
Kehendak Allah ini bersifat umum. Bahwa tidak ada sesuatu pun di langit maupun di bumi melainkan terjadi dengan iradat / masyiah (kehendak / keinginan) Allah SWT. Maka tidak ada dalam kekuasaannya yang tidak diinginkannya selamanya. Baik yang berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh Zat Allah atau yang dilakukan oleh makhluq-Nya.
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. (QS. Yasin : 82)
Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada diantara mereka yang beriman dan ada di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.(QS. Al-Baqarah : 253)
d. Al-Khalqu
Bahwa tidak sesuatu pun di langit dan di bumi melainkan Allah sebagai penciptanya, pemiliknya, pengaturnya dan menguasainya.
Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab dengan kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya.(QS. Az-Zumar : 2)
Wallahu a‘lam bis-shawab.
Minggu, 22 Februari 2015
Jumat, 20 Februari 2015
Cara memasang atau memasukan widget lagu ke blog
1. Kunjungi situs scmplayer.net
![]() |
| Widget Lagu/ Musik mp3 |
2. Akan muncul tampilan seperti dibawah ini dan di menu “Choose Skin” anda dapat memilih warna background yang anda inginkan dan lanjut dengan kllik “Edit Playlist”
3. Siapkan lagu yang anda inginkan, saya sarankan cari di soundcloud.com selanjutnya masukan judulnya kedalam kolom “song title” dan URL lagu dari soundcloud.com tadi kedalam “Song URL” kemudian jika telah selesai klik “Next”
![]() |
| Memasukan Lagu ke Blog |
![]() |
| Pengaturan Lagu Blog |
- Auto play untuk memutar lagu secara otomatis
- Shuffle Playback untuk memutar lagu dalam daftar anda secara acak
- Default Volume untuk mengatur volume suara standar yang anda inginkan
- Repeat Mode untuk mengatur pengulangan lagu
- Placement of Player Bar untuk mengatur letak pemutar musik yang ingin kita pasang di blog
- Show Playlist by Default untuk menampilkan pemutar secara default yaitu di sebelah kanan blog
5. Klik done untuk memperoleh kode HTML sesuai pengaturan yang kita lakukan
![]() |
| HTML widget Lagu untuk Blog |
7. Simpan template dan lihat hasilnya.
Rabu, 14 Januari 2015
Data Flashdisk Yang Tidak Terbaca
1. Buka windows explorer anda pilih Tools--> Folder and search options --> dan pilih tab View
2. Lalu pilih Show Hidden Files, Folders, and Drives dan buang centang
pada Hide Protected Operating System file, Hide Extension For Known Type
File, dan Hide Empty Drives in Computer Folder
3. Setelah itu klik Apply dan Klik Ok
Bila cara di atas masih belum bisa juga, silahkan anda buka Command
Prompt anda. Caranya mudah hanya tinggal Klik Start dan Tuliskan
perintah "CMD" di kolom search .
Setelah Command Prompt terbuka silahkan ketikan direktori file yang
hilang (dalam kasus ini, file saya yang hilang berada di flash disk
sedangkan flash disk saya berada didirektori "I") Maka yang harus di ketikan adalah " I: " (Tanpa tanda petik)
Setelah menuju direktori " I " ketikanlah kode sebagai berikut "attrib -s -h /s /d" ( tanpa tanda petik) kemudian tekan ENTER
Setelah menuju direktori " I " ketikanlah kode sebagai berikut "attrib -s -h /s /d" ( tanpa tanda petik) kemudian tekan ENTER
Setelah prosesnya selesai, silahkan buka kembali directory tempat file anda berada dan Refresh halaman tersebut .
Jumat, 02 Januari 2015
CARA BUKA SITUS WEBSITE YANG DI BLOKIR
topik gimana cara buka situs atau website yang diblokir Nawala. Dulu sih bisa dengan mudah di bypass dengan mengganti DNS. Tapi belakangan ini tidak bisa. Tidak mempan dengan ganti DNS tuh. Kayaknya sudah lebih dalam lagi di proteksi oleh semua ISP. Tapi ga perlu khawatir penulis ada ketemu solusinya, coba download dan install Tor Browser.
Download di: https://www.torproject.org
Setelah download terus install di PC. Lalu coba kita jalankan: Start Tor Browser.exe. Tunggu sebentar waktu loading karena dia mengumpulkan dan mencari network nya terlebih dahulu.
Setelah proses pencarian dan loading network selesai akan muncul Tor browser nya. Dengan tampilan yang persis seperti Mozilla Firefox.
Selesai deh kita bisa bebas lihat situs website yang tadi di blokir. Dijamin SEMUA website atau akses internet melalui jaringan ISP dan telco apapun namanya Telkomnet Instant, XL, 3 Tri, Telkomsel, Telkom Flash, Indo.net, CBN, Indosat, Mentari, First Media, Bolt bisa ditembus dan dibuka! Hilang deh tuh blokir It Works!
BUKA BLOKIR DI ANDROID (*New*)
Sedangkan untuk buka blokir situs website dari handphone android. Silahkan lihat tutorial Cara Buka Blokir Website It Works Di Android
PENUTUP
Sekian tips singkat cara buka situs website yang diblokir Nawala. Kalau berhasil dan menganggap tulisan ini bermanfaat kamu bisa kasih komentar testimoni di bawah. Atau share bagikan artikel ini ke social media supaya teman-teman juga jadi tahu caranya.
Jika ada dari pembaca yang merasa akses Tor Browser kurang cepat. Silahkan lihat tips yang satu ini: Cara Buat Akses Tor Browser Lebih Cepat
Read more: http://www.gimanacara.com/2013/02/gimana-cara-buka-website-yang-di-blokir.html#ixzz3Nj8Zk7FE
Download di: https://www.torproject.org
Setelah download terus install di PC. Lalu coba kita jalankan: Start Tor Browser.exe. Tunggu sebentar waktu loading karena dia mengumpulkan dan mencari network nya terlebih dahulu.
Setelah proses pencarian dan loading network selesai akan muncul Tor browser nya. Dengan tampilan yang persis seperti Mozilla Firefox.
Selesai deh kita bisa bebas lihat situs website yang tadi di blokir. Dijamin SEMUA website atau akses internet melalui jaringan ISP dan telco apapun namanya Telkomnet Instant, XL, 3 Tri, Telkomsel, Telkom Flash, Indo.net, CBN, Indosat, Mentari, First Media, Bolt bisa ditembus dan dibuka! Hilang deh tuh blokir It Works!
BUKA BLOKIR DI ANDROID (*New*)
Sedangkan untuk buka blokir situs website dari handphone android. Silahkan lihat tutorial Cara Buka Blokir Website It Works Di Android
PENUTUP
Sekian tips singkat cara buka situs website yang diblokir Nawala. Kalau berhasil dan menganggap tulisan ini bermanfaat kamu bisa kasih komentar testimoni di bawah. Atau share bagikan artikel ini ke social media supaya teman-teman juga jadi tahu caranya.
Jika ada dari pembaca yang merasa akses Tor Browser kurang cepat. Silahkan lihat tips yang satu ini: Cara Buat Akses Tor Browser Lebih Cepat
Read more: http://www.gimanacara.com/2013/02/gimana-cara-buka-website-yang-di-blokir.html#ixzz3Nj8Zk7FE
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)






